Kamis, 23 Februari 2012

saNg illusionist


Aditya Prambudhi, yang lebih dikenal dengan nama Demian (lahir di Tegal, Jawa Tengah, 19 Juni 1980; umur 31 tahun), adalah seorang illusionist Indonesia.
Sulung dari dua bersaudara ini telah memulai dirinya untuk menggeluti dunia sulap semenjak umur 10 tahun secara otodidak.
Awal kariernya di tahun 2002 adalah dengan mengikuti sebuah kompetisi pemilihan Abang dan None Jakarta dan berhasil memenangkan dua gelar yaitu sebagai Abang Persahabatan 2002 dan Abang Favorit 2002.
Pada awal 2007 Demian membintangi acara tv pertamanya yang menggunakan namanya sendiri "Demian Sang Illusionist" yang berhasil tayang selama hampir dua tahun di stasiun tv ANTV
Pada tahun 2009 Demian pindah ke station SCTV dan memiliki sebuah acara dengan namanya kembali yaitu "House Of Demian"
Di akhir 2009 hingga awal 2010, stasiun tv Trans7 mengajak Demian untuk jadi bintang tamu reguler dalam acara BEGADANG
April 2010 Demian memulai debutnya kembali di dalam acara "GARA-GARA MAGIC" yang bisa bertahan hingga saat ini di stasiun tv Trans7 Gara-Gara Magic hingga saat ini bisa di saksikan di Trans7 setiap hari Minggu jam 20.00 wib

Pada Jumat, 13 Juni 2008, Demian telah berhasil meteleportasikan sebuah bola raksasa dengan diameter 8 meter beserta 7 orang dari penonton yang berpartisipasi dari Lapangan Blok S Jakarta ke Lapangan Gasibu Bandung, Jawa Barat

http://id.wikipedia.org/wiki/Demian_Aditya

Senin, 20 Februari 2012

LIŖĬķ lAgu maRjinal_cinta pembodohan

Dunia punya cerita
Cerita tentang cinta
Cinta cinta pembodohan
Cinta...

Pada stress dan nggak sedikit yang gila
Mati mampus minum racun serangga
Gantung diri di pohon jengkol
Nubrukin badan ke bis kota yang sedang mangkal
Lompat melompat dari gedung bertingkat
Karena cinta demi cinta...

Hey kau kau kawan terlihat cemen (kan aku anak gaul lagi)

Dengernya pun lagu cengeng
Membuat otak dan mental seperti kaleng rombeng
Hati pun celeng-celeng...teng teng terengteng
Nontone sinetron telenovela
Isinya hanya cinta
Cinta cinta di teng teng.......

Hey kau kau kawan kan masih banyak cerita (dunia tak selebar daun kelor)
Hey kau kau kawan terlihat cemen (cinta bukan di balik kolor)

Hey hey kawan terlihat cemen (cinta itu pembodohan)

Hanyalah retorika yang menggebu gebu berbuntut kepentingan...

(kalo ngomong cinta) cinta umat manusia....
(kalo ngomong cinta) ada kau berkuasa...
(kalo ngomong cinta) cinta rakyat jelata...
(kalo ngomong cinta) tapi engkau membunuhnya...

(kalo ngomong cinta) adalah anugrah...
(kalo ngomong cinta) kenapa ada yang luka...
(kalo ngomong cinta) kenapa banyak yang mati...
(kalo ngomong cinta) ada pasti tujuannya...

Itukah cinta itukah cinta kata kuncinya...

Hey kau kau kawan sadarlah...

Dunia punya cerita
Cerita tentang cinta
Cinta cinta pembodohan...
Bagaikan bulan...

To be continued...
Bersambung...

Minggu, 19 Februari 2012

mAGIC

SEJARAH HIPNOSIS


Sejarah hipnosis, berawal dari penggalian budaya masa lalu, baikm itu budaya Yunani, Mesir kuno, maupun budaya yang lain. Fenomena penyembuhan seseorang dengan musik atau mantra tertentu adalah bagian dari fenomena hipnosis.
Bapak hipnosis, yang kali pertama mengembangkan hipnosis adalah Franz Anton Mezmer (1734-1815). Namun, saat itu hipnosis lebih dikenal dengan istilah magnetisme, teknik mdan teori yang dikembangkan pun berbeda dengan hipnosis yang dipelajari saat ini. Ia beranggapan bahwa tubuh surgawi memberi makan tubuh manusia melalui magnet. Ia berkeyakinan bahwa magnet mampu mengobati berbagai penyakit.
Mezmer memulai perjalanannya saat mengamati para rohaniawan Jesiut, Father Hell, di Paris yang berhasil dalam menyembuhkan orang-orang sakit dengan mengetuk pelan sebuah salib besi ke kepala mereka.
Dari hal itu, Mezmer mengembangkan teori Animal Magnetism. Ia percaya bahwa di setiap tubuh manusia terdapat fluidium magnetis. Ketika cairan tersebut mengalir lancar, segala hal di tubuh berlangsung secara sempurna. Tubuh tidak berjalan sempurna karena aliran fluidium magnetis di tubuh terhalang. Mezmer menjalankan lempengan logam melalui tubuh pasien guna melancarkan aliran cairan tersebut.
Ia meminta French Academy of Medicine untuk mempelajari metodenya. Kemudian ditunjuklah The Royal Commision, yang diketuai oleh Benjamin Franklin, untuk melakukan penyalidikan terhadap metode Mezmer.
Namun, komisi tersebut menemukan fakta bahwa ternyata magnet tidak memberikan efek apa pun. Dan menurut komisi tersebut, kesembuhan yang terjadi hanya didasarkan pada imajinasi. Mezmer hanya membangkitkan imajinasi pasien dan membuat pasien tersebut suggestible. Akhirnya Mezmer didiskreditkan pada 1784.


• Marquis de Puysegur (1781-1825) adalah salah seorang pengikut Mezmer. Ketika menerapkan metode yang digunakan Mezmer pada seorang pengembala berusia 24 tahun, ia menemukan suatu fenomena yang tidak diketahui sebelumnya oleh Mezmer. Ia mendapati bahwa subjek yang dipengaruhi magnet tidak hanya mengalami fenomena yang tidak awam, tetapi juga tertidur lelap.
Pada kondisi itu, subjek tidak bisa membuka mata dan berbicara dengan kurang jelas, tetapi bertingkah seolah-olah sadar. Puysegur menyebut kondisi itu sebagai "artificial somnammbulism".

• Sementar itu, Joseph Philipe Francoiz Deleuze (1753-1835) menemukan teori bahwa sugesti yang diberiakn kepada subjek selama dalam kondisi trance terus terbawa hingga saat subjek tersadar.

• Dan yang pertama kali menggunakan kata hipnosis adalah James Braid (1796-1860). Kata hipnosis berasal dari bahasa Yunani, yaitu "hypnos" yang berarti tidur. Kemudian, ia mencoba memberi nama baru yaitu "monodeism". Namun, akhirnya ia menjadi ragu akan teorinya sendiri bahwa hal tersebut salah satu bentuk tidur.

• James Esdaile (1808-1859) adalah seorang dokter bedah yang mempelajari Mezmerism ketika ia berada di India. Kemudian, ia menulis buku Mezmerism in India. Ia menggunakan cara yang mirip dengan Mezmer, yaitu menyapukan tangannya di atas tubuh pasien, dari kepala sampai kaki terus-menerus untuk menginduksi/menghipnosis.
Esdaile bekerja di sebuah penjara di India dan melakukan lebih dari 3000 operasi tanpa menggunakan obat bius. Umumnya, operasi dengan cara itu akan mengakibatkan 50% dari pasien meninggal. Esdaile mel;atih serangkaian metode tertentu kepada para asistennya. Dengan metode tersebut, laju kematian dapat ditekan hingga hanya menjadi 5%.

• Jean Martin Charcot (1852-1893), seorang neurologist di Prancis, memberikan hipnosis pada 12 wanita yang mengalami histeria. Saat hipnosis, para pasien dapat berjalan dan melakukan banyak hal lainnya, tetapi dalam kondisi normal, mereka kelihangan kemampuan tersebut. Chacot menginduksi pasien dengan cara Eye Fixation. Dia juga telah mengkategorikan hypnotic trance ke dalam beberapa level.



Semoga informasi yang saya buat ini dapat menambah wawasan kita semua dalam mempelajari hipnosis.

http://www.wikumagic.org/2010/02/sejarah-hipnotis.html