Kamis, 24 Mei 2012

Sejarah Monster Energy 


Monster Energi adalah minuman berenergi , dengan logo yang sangat khas yang terdiri dari tiga tanda cakar membentuk ‘M’. Monster Energy diluncurkan oleh Hansen Alam pada tahun 2002.
Dipasarkan dan didistribusikan oleh Hansen Alam Corporation,  tercatat sebagai perusahaan NASDAQ dari Corona, California . Meskipun Monster Energi tidak banyak diiklankan di media namun minuman ini menerima sejumlah besar pengakuan dari sponsor berbagai acara olahraga.  Hansen Alam Corporation baru saja mengumumkan kesepakatan distribusi dengan PepsiCo Kanada. pada bulan November, Pada tanggal 10 November 2008, distribusi Rakasa diserahkan kepada Coca-Cola Enterprises, Coca-Cola Serikat, dan Coca-Cola bottlers di  banyak pasar. Kontrak dengan distributor yang ada dibeli di pasar ini. Pada akhir 2009 atau awal 2010 Monster Energy akan memperluas pasar dan mengeluarkan produk mereka ke negara lain termasuk Jerman.
Jumlah Kafein didalam isi minuman Monster energy adalah 10 mg / oz (34 mg / dL, 1,75 mmol / L),atau 160 mg untuk 16 oz bisa. Seperti kebanyakan  minuman energi lainnya biasanya memiliki peringatan yang tercetak di atasnya mengatakan untuk membatasi jumlah kaleng yang dikonsumsi dalam satu hari – untuk 3 untuk ukuran 16 oz (satu per hari di Australia), dan tidak direkomendasikan untuk wanita hamil , anak-anak di bawah 10 tahun (usia tidak ditentukan di Australia), atau orang yang sensitif terhadap kafein.
Rakasa Energi membayar banyak olahragawan dan sports women untuk mendukung produk-produknya.Daftar ini meliputi; Rob Dyrdek , seorang skater profesional, yang sering ditampilkan Monster Energy dan memakai kemeja Monster Energy pada setiap acara televisinya . Dia memiliki mobil yang dikenal sebagai Monster Mobile, yang dibeli untuk Dyrdek; Rupert Davies, Snowboarder profesional; Greg Hancock , mantan Juara Dunia Speedway , Paul Tracy , seorang mantan Champ Car sekarang IndyCar Series, Juara F1 yang memasang logo Monster Energy pada topi dan helm; Jenson Button , Nico Rosberg dan Michael Schumacher , pembalap Formula Satu di GP Mercedes,Valentino Rossi topi yg berlogo Monster Energy, seperti halnya mereka mensponsori Tech 3 Yamaha,  team dari Colin Edwards dan Ben Spies . Sebelum ini, Monster Energy Mensponsori Kawasaki .

Saat mensponsori Kawasaki

http://asmarantaka.wordpress.com/2010/05/29/sejarah-monster-energy/

Sabtu, 12 Mei 2012

kisah misterius

Teori Baru, Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda, Misteri hilangnya beberapa kapal laut dan pesawat terbang di wilayah yang disebut “Segitiga Bermuda” kini memunculkna teori baru.
Singkirkan jauh-jauh dugaan kita tentang pesawat luar angkasa alien, anomali waktu, piramida raksasa bangsa Atlantis, atau fenomena meteorologis.

bermuda+triangle2 Teori Baru, Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda

Segitiga Bermuda adalah sebuah fenomena gas akut biasa, demikian tulis Salem-News.com. Gas alam, sama seperti gas yang dihasilkan oleh air mendidih. Terutama gas metana, adalah tersangka utama di balik hilangnya beberapa pesawat terbang dan kapal laut.
Bukti dari penemuan yang membawa sudut pandang baru terhadap misteri yang menghantui dunia selama bertahun-tahun itu tertuang dalam laporan American Journal of Physics.
gas+metana+bermuda Teori Baru, Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda
Gas Metana Bermuda
Professor Joseph Monaghan meneliti hipotesis itu ditemani oleh David May di Monash University, Melbourne, Australia.
Dua hipotesis dari penelitian itu adalah balon-balon raksasa gas metana keluar dari dasar lautan yang menyebabkan sebagian besar (tidak mengatakan semua) kecelakaan misterius di lokasi itu.
Ivan T Sanderson sebenarnya telah mengidentifikasi zona-zona misterius selama tahun 1960-an. Sanderson bahkan menggambarkan sebenarnya zona-zona misterius itu lebih berbentuk seperti ketupat ketimbang segitiga.
Sanderson menemukan bahwa bukan saja Segitiga Bermuda tetapi Laut Jepang dan Laut Utara adalah dua area tempat kejadian misterius sering terjadi.
Para Oseanograf yang menjelajah di dasar laut Segitiga Bermuda dan Laut Utara, wilayah di antara Eropa daratan dan Inggris melaporkan menemukan banyak kandungan metana dan situs-situs bekas longsoran.
Berangkat dari keterkaitan itu dan data-data yang tersedia, dua peneliti itu menggambarkan apa yang terjadi jika sebuah balon metana raksasa meledak dari dasar laut.
Metana yang biasanya membeku di bawah lapisan bebatuan bawah tanah, bisa keluar dan berubah menjadi balon gas yang membesar secara geometris ketika ia bergerak ke atas. Ketika mencapai permukaan air, balon berisi gas itu akan terus membesar ke atas dan ke luar.
metana Teori Baru, Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda
Ilustrasi
 
Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.
Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Di daerah segitiga maut Bermuda dan juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat “tambang metana”.
Tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yang tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba-tiba kalau dasar laut retak.
Lolosnya tidak kepalang tangung. Dengan kekuatan yang luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawa metana hidrat.
Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat seperti “air bercahaya putih”. Blow out serupa yang pernah terjadi di laut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban.
Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yang semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi di dasar laut, menimbun mereka semua.
Setiap kapal yang terperangkap di dalam balon gas raksasa itu akan langsung goyah dan tenggelam ke dasar lautan. Jika balon itu cukup besar dan memiliki kepadatan yang cukup, maka pesawat terbang pun bisa dihantam jatuh olehnya.
Pesawat terbang yang terjebak di balon metana raksasa, berkemungkinan mengalami keruskan mesin karena diselimuti oleh metana dan segera kehilangan daya angkatnya.




Sumber :  AntarNews